Pada suatu hari, hiduplah seorang anak yang terlantar. Dia hidup sebatang kara. Mau makan saja, dia kesulitan cari uang , dengan cara ngemis. Tapi uang itupun masih belum cukup untuk makan.
Nama yang heboh dan fenomenal. Kedua anak yang berjidat besar ini, Mbah dan Peketo setuju untuk memakai nama "Kepanjen VS Singosari". Dua kecamatan yang populer di kalangan Arema. Keduanya adalah tempat tinggal kami. Mbah dari Kepanjen, Peketo dari Singosari. Kami berdua akan bersaing dengan peserta lain yang kebanyakan dari SMK. Tapi, kami tidak gentar menghadap mereka. Kami yakin, kamilah yang akan nangkring di Google paling atas. Hidup HMPS TI Unikama, Mbah, dan Peketo!